timtotius sembiring @ copy right. Powered by Blogger.
RSS

Cara Efektif Agar Iklan Kita Disukai Konsumen


Iklan yang disukai oleh konsumen tentunya sangatlah penting. Setiap pengiklan dan biro iklan yang menangani iklan, pasti berupaya agar iklannya disukai. Iklan yang disukai, biasanya akan sangat membantu tingkat awareness dari merek tersebut.
Iklan yang disukai juga sangat penting dalam membentuk perasaan suka terhadap merek tersebut. Bagaimana menjelaskan bahwa iklan yang disukai dapat mempengaruhi tingkat kesukaan konsumen terhadap merek tersebut ? Banyak teori yang dapat menjelaskan hal ini. Salah satunya adalah teori Classical Conditioning yang dikembangkan oleh Pavlov. Teori ini sederhana dan dikonsepkan berdasarkan suatu eksperimen sederhana pula.
Kira-kira ekperimennya adalah seperti berikut; Ada instrumen atau alat yang dapat mengeluarkan bunyi, makanan dan seekor kucing yang lapar. Setiap kali alat berbunyi, kemudian diikuti dengan pemberian makanan kepada kucing tersebut. Karena lapar, kucing akan mengeluarkan air liur melihat makanan yang diberikan kepadanya. Hal ini diulang-ulang terus menerus. Alat dibunyikan, makanan diberikan, kucing mengeluarkan air liur sebagai respon terhadap stimulus dan kemudian makan.
Setelah berkali-kali, kucing akan belajar bahwa setiap alat dibunyikan, maka makanan pasti akan diberikan. Oleh karena itu, saat alat dibunyikan, maka kucing tersebut sudah memberikan respon dan keluar air liurnya sebelum makanan diberikan.
Iklan dapat diibaratkan dengan makanan dan alat instrumen adalah merek suatu produk. Dalam hal ini, kucing diperankan oleh pemirsa. Saat pertama kali melihat suatu iklan yang disukai, pemirsa akan memberikan reaksi dalam bentuk perasaan suka dan sikap yang positif, sama seperti kucing yang memberikan respon dalam bentuk air liur. Lama kelamaan, karena suka terhadap iklan tersebut maka pemirsa akan timbul rasa suka terhadap merek tersebut. Karena itu,sangatlah penting untuk mempunyai iklan yang disukai oleh konsumen.
Hasil survei Omnibus Dwisapta 2007 menunjukan bahwa iklan Sampoerna A Mild, Lux Coca Cola, Extra Joss, Mie Sedap, La Light, Dancow, Gudang Garam, Indomie, adalah 10 iklan yang paling disukai oleh pemirsa Indonesia.
Bila melihat hasil survei tersebut, terlihat ada beberapa persamaan yang dimiliki oleh iklan-iklan tersebut. Iklan-iklan tersebut, umumnya mempunyai kreativitas yang baik, unik atau relatif berbeda dengan iklan-iklan pada umumnya, menggunakan humor atau hal-hal yang lucu dan sebagian menggunakan artis yang terkenal atau sebagian menggunakan musik.
Pertama, keunikan dari hasil suatu kreativitas jelas sangat penting. Setiap hari, pemirsa televisi dibombardir dengan ratusan iklan. Iklan-iklan yang tidak memiliki keunikan, sangatlah sulit untuk menancap dalam benak konsumen dan mempunyai peluang kecil untuk disukai.
Kedua, pengaruh talen atau artis terkenal memang luar biasa. Dapat dikatakan, iklan-iklan yang disukai tersebut, 90% menggunakan artis yang sudah sangat terkenal dan familiar buat konsumen Indonesia.
Ketiga, terlihat ada hubungan yang erat antara iklan yang disukai dan iklan yang dianggap lucu. Sama seperti konsumen di belahan dunia yang lain, orang Indonesia juga senang dengan iklan yang lucu dan penuh dengan humor. Ini memberikan pesan kepada para pengiklan agar tidak terlalu memaksakan memberikan informasi yang terlalu banyak dan menjadi iklan yang membosankan.
Keempat, yang terlihat nyata adalah bahwa iklan yang disukai adalah iklan yang mempunyai frekuensi yang tinggi atau didukung dengan budget yang tinggi. Tentunya, ini pesan yang tidak menyenangkan buat para produsen kelas menengah yang tidak mempunyai budget yang besar.
Kelima, Hal ini tidak kalah pentingnya Iklan yang disuka dan bisa menancap dibenak konsumen adalah iklan yang simple dan gampang dicerna, hal ini disesuaikan dengan pola pikir dan gaya hidup orang Indonesia yang masih berbau ketimuran.
Akhirnya, iklan yang disukai, biasanya mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pemilihan merek. Sekarang tinggal gimana kita menyikapinya ? yang jelas Iklan yang creative adalah iklan yang disuka dan bisa menjual

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

What is Advertising?


Advertising adalah salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan produknya dimana unsur kreatif sangat penting untuk men-deliver pesannya
Keberhasilan advertising adalah menciptakan attention untuk meningkatkan awareness dan membuat konsumen untuk mau mencoba produknya sehingga produk yang dijual akan meningkat penjualannya.
Advertising Effectiveness sendiri adalah merupakan pengukuran yang memperlihatkan kontribusi komunikasi iklan (khususnya TV) terhadap level cognitive (Awareness) kepada Affective (Kesukaan + Minat beli) sampai ke Connative (Usage) terakhir sampai ketingkat loyalitas konsumen
Pengukuran Advertising Effectiveness sangat diperlukan Untuk melihat efektifitas dari kampanye komunikasi yang telah dilakukan, sehingga kedepannya kita bisa menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk menjadikan produk kita bisa berkompetisi dipasar.
Informasi pasar yang didapat dari survei kepuasan palanggan ini digunakan untuk sebagai sarana melihat tingkat kepuasan konsumen dan melihat efektifitas kegiatan kampanye promosi dan pemasaran yang telah dilakukan sehingga kedepannya untuk merumuskan strategi-strategi pemasaran yang efektif untuk periode berikutnya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Komunikasi yang Efektif dalam Pengembangan Bisnis

Komunikasi bisnis yang efektif diperlukan oleh semua organisasi bisnis dalam upaya mencapai tujuannya. Organisasi bisnis yang produktif ditunjang oleh penguasaan komunikasi bisnis para anggota organisasinya, baik penguasaan komunikasi verbal (lisan dan tulisan), maupun komunikasi non-verbal. Fakta empiris dalam dunia organisasi menunjukkan bahwa sebagain besar anggota organisasi melakukan pekerjaannya dengan melakukan komunikasi
Dalam kehidupan organisasi bisnis, keberadaan tim kerja semakin populer. Banyak perusahaan dari berbagai industri menerapkan konsep tim kerja dalam melakukan aktifitasnya. Pemakaian tim kerja diyakini banyak pimpinan perusahaan akan lebih efektif, dibandingkan penyelesaian aktifitas secara individual. Pemakaian tim kerja diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif. Penjumlahan aggota dalam tim akan memungkinkan menghasilkan output yang lebih besar dibandingkan output total yang dikerjakan oleh masing-masing individu. Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan itu tidak akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif.

Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif ini akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian yang sangat penting dalam organisasi bisnis.

Dalam menjalankan praktek bisnisnya, individu yang melakukan praktek bisnis tersebut akan berkomunikasi dengan orang lain dan semua pihak yang berkaitan dengan bisnisnya. Komunikasi itu dapat terjadi antara atasan dengan bawahan, komunikasi dengan konsumen, dan komunikasi dengan pihak ketiga (seperti pemasok, distributor, pemerintah, pihak lain). Untuk melakukan praktek bisnis ini, maka para pelaku bisnis harus memiliki kemampuan dalam berkomunikasi agar komunikasi yang efektif dapat terwujud dalam lingkungan organisasi bisnis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teknik dan Rencana Pemasaran


Dalam kondisi lingkungan bisnis yang senantiasa berubah dan tingkat persaingan dalam merebut pangsa pasar semakin ketat. Upaya pemasaran produk merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu organisasi bisnis, termasuk agribisnis. Kegiatan pemasaran dapat menjadi sumber kegagalan perusahaan dan atau menjadi tempat pemborosan jika tidak direncanakan dengan baik. Banyak pengusaha agribisnis, terutama yang berskala menengah ke bawah sering kali mengalami kesulitan dalam menyusun Program Pemasaran secara formal, sehingga produk yang dihasilkan tidak mampu mencapai pasar sasarannya. Dengan demikian, pada edisi kedelapan Majalah Komoditas ini, dipaparkan “Teknik Menyusun Suatu Rencana Pemasaran”
Suatu rencana pemasaran pada umumnya berisi delapan bagian, yakni : Ringkasan Eksekutif; Analisis Situasi; Analisis SWOT dan Analisis Masalah; Sasaran Pemasaran; Strategi Pemasaran; Program Aksi; Proyeksi Rugi Laba; dan Pengawasan (Kotler, 1994).
Masing-masing bagian tersebut akan diuraikan di bawah ini.
  1. Ringkasan Eksekutif. Ringkasan eksekutif tersebut merupakan ikhtisar dari seluruh rencana pemasaran yang telah dibuat, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai hal-hal pokok isi rencana pemasaran tersebut.
  2. Analisis Situasi. Menyajikan data dan informasi mengenai situasi pemasaran, yang meliputi :
    1. Situasi Pasar. Data dan informasi mengenai besar dan pertumbuhan pasar selama beberapa tahun dan kecenderungannya pada beberapa tahun mendatang, serta kecenderungan perubahan persepsi dan perilaku konsumen.
    2. Situasi Produk. Data perkembangan penjualan, tingkat harga, marjin kontribusi, dan keuntungan.
    3. Situasi Persaingan. Data pesaing menyangkut, kapsitas, pangsa pasar, tujuan dan strategi, mutu produk, dan berbagai karakteristik pesaing yang relevan.
    4. Situasi Distribusi. Jenis, jumlah, wilayah dan peranan saluran distribusi (mis. sumber informasi, sarana promosi, berusaha menambah pembeli, melakukan penyesuaian, melakukan negosiasi harga dan cara pembayaran, melakukan distribusi fisik saja, melakukan pembiayaan distribusi, dan atau turut menanggung resiko.Situasi Lingkungan Makro. Situasi lingkungan demografi, ekonomi, sosial budaya, politik, hukum, hankam, dan teknologi.
  1. Analisis SWOT dan Analisis Masalah. Melakukan identifikasi dan analisis terhadap peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh perusahaan sebagai hasil intraksi lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Pengaruh hasil intraksi lingkungan internal perusahaan juga perlu diidentifikasi dan dianalisis berupa kekuatan dan kelemahan. Dengan demikian, setelah analisis SWOT dilakukan dirumuskanlah masalah-masalah pokok yang harus dijadikan dasar dalam penentuan sasaran, strategi dan rencana aksi/taktik.
  2. Sasaran. Mendefinisikan sasaran (tujuan) yang ingin dicapai, baik sasaran keuangan maupun sasaran pemasaran. Sasaran keuangan antara lain adalah ROI, Arus kas, dan keuntungan. Sasaran pemasaran antara lain adalah target dan pertumbuhan penjualan, pangsa pasar, jangkauan pemasaran, jumlah saluran distribusi, tingkat harga, dll
  3. Strategi Pemasaran. Strategi pemasaran dirumuskan berdasarkan SWOT dan sasaran yang ingin dicapai, dan penetapannya terutama didasarkan pada pertimbangan biaya dan manfaat, serta kemampuan sumberdaya untuk melaksanakannya. Contoh pernyataan strategi pemasaran kecap lokal merek X (hipotetik) dipaparkan di bawah ini.
 .        Pasar sasaran : Kelas menengah ke bawah.
    1. Penempatan : Produk kecap yang kaya dengan protein, enak dan murah
    2. Lini produk : Melakukan diversifikasi merek dan kemasan untuk membedakan segmen pasar kelas menengah dan kelas bawah dan dengan harga yang berbeda.
    3. Harga : Sedikit lebih rendah dari harga pesaing
    4. Saluran distribusi : Konsentrasi pada warung-warung, grosir, dan warung baso, dan mie rebus.
    5. Tenaga penjual : Menambah jumlah dan meningkatkan kemampuan tenaga penjual serta memberikan insentif yang baik.
    6. Pelayanan : Produk mudah dan murah untuk diperoleh.
    7. Promosi : Meningkatkan anggaran promosi untuk mencetak leaflet/ spanduk kecil yang akan ditempatkan di warung-warung, serta untuk hadiah.
    8. Litbang : Menaikkan anggaran sebesar 10% untuk menyempurnakan disain label kemasan untuk segmen kelas menengah.
    9. Riset Pemasaran : Menekankan pada kegiatan marketing intelegent untuk mengamati gerak-gerik pesaing, serta melakukan jajak pendapat mengenai persepsi konsumen terhadap produk kecap merek X.
  1. Program Aksi. Berisi rincian setaip unsur dari strategi pemasaran yang telah disusun, terutama untuk menjawab apa yang akan dilakukan, kapan dilakukan, siapa yang melakukan, dan berapa biayanya?.
  2. Proyeksi Rugi Laba. Menyusun anggaran dan proyeksi rugi laba dari rencana pemasaran yang akan dilakukan.
Pengendalian. Menyusun rencana evaluasi dan monitoring secara berkala mengenai pelaksanaan rencana, sehingga penyimpangan dalam pelaksanaan dapat segera dilakukan pengendalian

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CRM - Customer Relationship Management


Permasalahan dalam CRM intinya hanya satu: Bagaimana kita memaksimalkan potensi pelanggan untuk secara terus menerus kita pelihara bagi kelangsungan perusahaan. Mendatakan pelanggan sehingga terbentuk data base yang semakin lengkap dan mudah diakses. Modul ini memberikan keuntungan jangka pendek dan jangka panjang bagi perusahaan untuk memperkuat  keberhasilan dan kesinambungan usaha. Kalau mungkin, tidak ada yang terlewat dalam usaha perusahaan memuaskan pelanggan. Keberhasilan memelihara pelanggan adalah kunci sukses perusahaan.

Setiap bagian atau sub-sub informasi yang berkenaan dengan 4 kegiatan pokok, yaitu : Contact Management, Sales Management, Campaign, danTelemarketing. Masing-masing memiliki rincian yang tingkat kedalamannya tergantung dari konteksnya.
Melalui model CRM ini, manfaat yang dapat diperoleh adalah :
Hubungan dengan Prospek :
  • CRM mengakomodasi kegiatan presales. Menyejarahkan kegiatan marketing dan pelaporan tenaga promosi/pemasaran baik sebelum terjadinya penjualan.
  • CRM mengakomodasi perencanaan penjualan/pendapatan yang diharapkan diterima oleh perusahaan.
  • CRM mengakomodasi perencanaan mingguan/bulanan yang dirancanag staff marketing untuk melakukan pembinaan pelanggan.
Hubungan dengan Pelanggan :
  • Mencatat hubungan dan kualitas hubungan antara karyawan perusahaan dengan customer/vendor, sehingga memudahkan melakukan hubungan/evaluasi terhadap pelanggan dan pelaksana tidak terbatas pada aspek-aspek penjualan saja. Namun menginformasikan tingkat kepentingan perusahaan dengan pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan, dan tingkat kepuasan karyawan/pelaksana dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya.
  • Mengakumulasikan pelaksanaan kegiatan karyawan dan perusahaan (manajemen) dengan pelanggan/vendor, pertumbuhan perkembangan penjualan/hubungan kerja yang terjalin sehingga memudahkan perusahaan memelihara hubungan berkelanjutan. Berpindahnya lokasi pelanggan atau terjadinya mutasi karyawan yang menangani tidak menyebabkan manajemen perusahaan kehilangan informasi/aspek-aspek yang dibutuhkan.
  • Mengakumulasikan dan menyejarahkan hubungan pelanggan dengan manajemen perusahaan yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif perusahaan dengan pelanggan/vendor. Mulai kegiatan prospecting sampai menjadi pelanggan. Surat menyurat dan aspek komunikasi interaktif lainnya tercatat dalam database perusahaan.
  • Melakukan perubahan klasifikasi, membagi-bagi segmen pelanggan dalam berbagai aspek mulai dari geografis sampai psikografis yang memungkinkan perusahaan dapat melakukan kampanye produk atau servis lebih memuaskan, hemat, dan tepat.
Hubungan dengan Promosi
  • CRM mensupport ragam kegiatan promosi, kondisi yang dihadapi, baik kegiatan promosi menyeluruh atau pelaksanaan promosi per satuan prospek/pelanggan.
  • Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan promosi.
  • Memonitoring kegiatan promosi.
Indikator CRM :

CRM Indikator adalah grafik sederhana dan mudah dipahami.  Setiap grafik yang terbentuk menjelaskan kondisi yang dihadapi dibandingkan dengan kondisi yang lain. Misalnya, dari grafik priority diperoleh informasi : Prioritas utama 67% dan prioritas rendah 33%.  Indikator ini memberikan gambaran bahwa sejumlah prospek yang digarap oleh tim pemasaran, 33% dinilai tidak memuaskan.
Jika kita bandingkan dengan berbagai indikator lainnya, maka kesimpulan dari sistem pelaporan akan menginformasikan kepada manajemen, hal-hal apa yang kritis dan membutuhkan peningkatan mutu.

CRM Goong Business Solution sesuai untuk:

  • Perusahaan yang memiliki tim marketing dan tim penjual dengan bentuk organisasi lini atau matrix.
  • Perusahaan yang memiliki perhatian dalam pembinaaan Business Relation secara berkesinambungan, yang membutuhkan informasi setiap saat kemajuan staf marketing/tim penjualan dalam melakukan penetrasi terhadap pasar.
  • Perusahaan yang membutuhkan indikator awal dan menjaga closing sales dari setiap tahapan proses untuk mencapai hasil optimum. Oleh karena itu, CRM ini bukan hanya untuk meningkatkan kepuasan pada pelanggan, namun juga sebagai "supervisor" dalam menjalankan prospecting sebagai aspek penting untuk mencapai keberhasilan penjualan.
  • Melalui CRM ini, waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan data, mengelola keputusan, dan penyempurnaan laporan salesman menjadi pendek dan ringkas karena berbagai aspek dalam kegiatan telah terpetakan dengan baik.  Hanya dibutuhkan waktu beberapa menit pada pengisian pertama, dan kurang dari satu menit untuk membuat laporan berikutnya. Melalui model yang dikembangkan, kenyamanan tenaga marketing dalam membuat pelaporan kian terjaga dan bagi manajer dan supervisor tidak kehilangan aspek-aspek yang harus diketahuinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS