timtotius sembiring @ copy right. Powered by Blogger.
RSS

Bauran dan Komunikasi Pemasaran


Pengertian Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran adalah proses penyebaran informasi tentang perusahaan dan apa yanghendak ditawarkannya (offering) pada pasar sasaran.
Peran komunikasi pemasaran sangat vital mengingat peran komunikasi dalam memfasilitasihubungan saling menguntungkan antara perusahaan dengan pembeli prospektif.
Berkat perkembangan ilmu pemasaran, tujuan komunikasi kini tak lagi terbatas untuk men-dorongpembelian pertama, namun juga memastikan kepuasan paska pembelian sehingga meningkatkankemungkinan terjadinya pembelian berulang dan pembeli tersebut menjadi pelanggan yang loyal.
Setiap perusahaan selalu berusaha untuk dapat berkomunikasi dengan konsumen. Komunikasi diperlukan untuk memberitahu konsumen hal-hat berikut:
• Tersedianya suatu penawaran (offering)
• Benefit unik dari penawaran tersebut
•Di mana dan kapan dapat diperoleh dan digunakan penawaran di atas.
Apa pun pesan yang dipilih untuk dikomunikasikan hendaknya memang diinginkan audiens yang dituju, bersifat eksklusif atau unik dari sisi produk atau jasa yang ditawarkan, dan bisa dipercayadalam hal klaim benefit yang ditawarkan oleh produk tersebut.
Bauran Komunikasi Pemasaran
Bauran komunikasi pemasaran adalah program komunikasi pemasaran total perusahaan yang terdiri atas iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yangdipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan penyebaran informasi tentang perusahaan danapa yang hendak ditawarkannya (offering) pada pasar
Ketika perusahaan merancang strategi komunikasi, pemasar harus membuka wawasannya agar berpikir dalam kerangka komunikasi pemasaran terpadu, yaitu memanfaatkan beragam elemenbauran komunikasi yang berbeda-beda agar tercipta koherensi yang saling mendukung.
Berkat kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pemasaran, kini komunikasi perusahaan tidak lagi terbatas, style dan harga produk, bentuk dan warna kemasan, tata cara dan busana wiraniaga,dekorasi ruangan, alat tulis kantor semuanya mengkomunikasikan sesuatu pada pelanggan.
Setiap brand contact rnembawa kesan yang bisa memperkuat atau justru memperlemah citra perusahaan di mata konsumen. Karena itu, pemasar harus memadukan keseluruhan bauranpemasaran agar dapat efektif mengkomunikasikan pesan dan positioning strategis yang konsisten pada konsumen.
Periklanan
Iklan dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri dan kelebihan yang dimiliki:
• Public presentation, Sifat publik dari iklan memberi semacam legiti-masi pada produk dlanmengesankan penawaran yang ter-standarisasi.
• Pervasiveness, Pemasar bisa mengulang-ulang pesan yang sama melalui iklan, Iklan berskalabesar akan menimbulkan kesan positif tentang ukuran, kekuatan dan kesuksesan (perusahaan) penjual.
• Amplified expressiveness, Iklan memberi peluang untuk men-dramatisir perusahaan danproduknya melalui penggunaan cetakan, bunyi dan warna.
• Impersonality, Audiens tidak wajib menaruh perhatian atau me-respon iklan. Iklan lebih merupakan monolog di depan audiens, bukan sebuah dialog dengan audiens.
Tiga media iklan yang relatif baru pantas diberi catatan khusus
• Advertorial adalah iklan cetak yang memuat teks editorial.
• Infomersial adalah iklan tv yang ditayangkan selama 30 menit sama seperti acara tvlainnya,mengupas atau mendemonstrasikan sebuah produk. Pemirsa bisa memesan denganmenelepon langsung sehingga dampak infomersial langsung dapat diukur.
• Banner adalah tanda kedl di halaman Web yang menyajikan iklan produk atau perusahaan dengan cara mengklik banner tersebut.
Promosi Penjualan
Pada dasarnya semua jenis promosi penjualan menawarkan tiga benefit unik:
• Komunikasi, promosi biasanya mengundang minat dan umum-nya menyajikan informasi agarkonsumen terdorong membeli.
• Insentif, mereka menawarkan konsesi, rangsangan atau kontribusi yang bagi konsumen bisamerupakan value tersendiri.
• Undangan, promosi bersifat mengundang agar seketika dapat terjadi transaksi.
Perusahaan biasanya memanfaatkan promosi penjualan agar dapat merangsang respon lebihcepat dan kuat dari konsumen.
Umumnya, dampak jangka pendek lebih diutamakan seperti men-dramatisir tawaran perusahaan agar penjualan yang sedang lesu dapat terdongkrak lagi.
Humas dan Publikasi
Humas dan publikasi memiliki daya tarik dan memiliki keunggulan sebagai berikut:
• Kredibilitas tinggi, berita dan fitur lebih otentik dan kredibel di mata pembaca jika dibandingkan dengan iklan.
• Mampu menjaring pembeli dalam keadaan sedang lengah, humas mampu menjangkau prospek yang suka menghindari wiraniaga dan iklan.
• Dramatisasi, humas mampu mendramatisir perusahaan atau produk.
Pemasar umumnya masih kurang mengoptimalkan humas, padahal program humas yang dirancang dengan baik dan didukung dengan elemen bauran promosi lainnya bisa menjadi sangat efektif.
Penjualan Personal
Penjualan personal merupakan alat yang paling efektif pada tahapan lanjut proses pembelian,khususnya untuk membangun preferensi, keyakinan, dan mendorong aksi konsumen.
Penjualan personal punya tiga kelebihan unik:
• Perjumpaan personal, penjualan personal merupakan hubungan tak berjarak dan bersifat interaktif antara dua orang atau lebih. Masing-masing dapat mengamati reaksi satu sama lain secara dekat.
• Kultivasi, penjualan personal memungkinkan berkembangnya segala jenis hubungan, darisekedar hubungan jual-beli hingga persahabatan pribadi yang hangat.
• Respon, penjualan personal mampu memaksa pembeli merasa wajib mendengarkan wiraniaga.
Pemasaran Langsung
Walau ada berbagai bentuk direct marketing, seperti direct mail, telemarketing, Internet marketing,namun kesemuanya sama-sama memiliki ciri-ciri unik:
• Nonpublik, pesan biasanya dialamatkan pada orang tertentu.
• Customized, pesan bisa khusus dibuatkan agar dapat membujuk individu tertentu.
• Up-to-date. pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat. • Interaktif, pesan dapat diubah-ubahtergantung respon yang diterima.
Komunikasi Pemasaran Terpadu
Komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communications atau IMC), yaitu Konsepperencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah rencana
komprehensif yang mengkaji peran strategis masing-masing bentuk komunikasi danmemadukannya untuk meraih kejelasan, konsistensi, dan dampak komunikasi maksimal melalui pengintegrasian pesan. Atau komunikasi pemasaran yang memanfaatkan beragam elemen bauran komunikasi yang berbeda-beda agar tercipta satu kesatuan dengan koherensi yang saling mendukung.
Beberapa fenomena yang membuat strategi bisnis lama sudah tak relevan lagi dan mendorong perusahaan untuk melakukan strategi komunikasi pemasaran terpadu adalah:
• Banjir informasi yang cenderung memanjakan konsumen.
• Liberalisasi perdagangan yang membuka sekat-sekat usaha yang selama ini menjadi usaha domestik.
• Komoditasi produk yang makin cepat sebagai dampak inovasi dan persaingan yang makin intensif.
• Media mania yang telah berhasil merebut kepercayaan publik sebagai sumber fakta dan kebenaran
• Belanja iklan yang meroket sehingga komunikasi pemasaran menjadi overload dan makin tidak efektif karena konsumen cenderung menurun kemampuannya dalam mengingat pesan yang telah dilihat dan didengar.
Di tengah situasi yang kusut seperti itu, persepsi yang baik menjadi sangat penting, baik terhadapmerek maupun perusahaan itu sendiri.
Ekuitas merek menjadi jaminan kepercayaan konsumen untuk terus mengkonsumsinya. Yang tak kalah penting adalah citra korporat atau reputasi perusahaan.
Citra korporat atau reputasi bisa menjadi payung bagi merek yang dibangun dengan investasi waktu dan biaya yang besar.
Dengan reputasi perusahaan yang baik, merek akan lebih terlindung dan aman, sekaligus menjadimother of brand, yang dapat melahirkan brand baru dengan biaya lebih kecil dengan kemampuan setara dengan merek sebelumnya.
Citra korporat atau reputasi merupakan intangible asset yang sangat bernilai. Selain tidak mudah ditiru, reputasi dipercaya dapat memikat konsumen dengan lebih efektif pada saat konsumen menghadapi berbagai tawaran menarik.
Reputasi meningkatkan kepercayaan, juga bisa meningkatkan profitabilitas, berperan sebagaibarikade ketika pesaing masuk serta mampu menjadi katalisator agar lebih cepat keluar dari terpaan krisis.
Contoh:
Setiap iklan produk baru yang dihasilkan oleh mayora group selalu menampilkan informasi mayorasebagai corporat dengan reputasi yang baik untuk membangun kepercayaan merek dengan lebih mudah dan cepat
Konsep IMC telah diperluas dari sekedar untuk kepentingan pemasaran, menjadi lebih komprehensif dan menyentuh berbagai aspek. Konsep IMC mencakup empat jenjang:
• Aspek filosofis, mulai dari visi yang dijabarkan jadi misi, hingga dirumuskan menjadi sasarankorporat yang jadi pedoman semua fungsi dalam perusahaan.
• Aspek keterkaitan kerja antar fungsi, meliputi fungsi operasi, sumber daya manusia, R&D, pemasaran, distribusi, penjualan.
• 
Menjaga keterpaduan atau integrasi berbagai fungsi tersebut untuk mewujudkan tiga hal: kon-sistensi positioning untuk meraih reputasi yang diharapkan, me-melihara interaksi sehingga terjalinikatan hubungan yang kokoh, dan menerapkan pemasaran berbasis misi untuk mendongkrak nilaitambah di mata stakeholder.
• Memantapkan jalinan hubungan untuk membina loyalitas dan memperkuat ekuitas merek (produk dan korporat) terhadap stakeholder.
Proses Komunikasi
Model Proses Komunikasi
• Sumber (Source) pesan yang menentukan tujuan komunikasi dan menetapkan sasaran komunikasi. Pemasar membuat tujuan kampanye iklan dan promosi dan mengarahkan kampanye itu pada segmen sasaran tertentu.
• Proses (Encoding), adalah penyandian tujuan di atas menjadi sebuah pesan. Agensi iklan merancang pesan yang disandikan dalam bentuk iklan. Pesan disandikan wiraniaga dalam bentukpresentasi penjualan.
• Pengiriman (Transmission) pesan melalui media agar dapat men-jangkau audiens sasaran.Penyebaran komunikasi pemasaran bisa lewat media massa, komunikasi getok tular dariwiraniaga, atau selebaran direct-mail yang dikirimkan pada sasaran.
• Proses Decoding oleh penerima agar pesan dapat dipahami Dua pertanya-an utama adalah apakah konsumen menafsirkan pesan seperti yang diinginkan pengiklan, dan apakah pesan berdampak positif pada sikap dan perilaku konsumen.
• Umpan Balik (Feedback) atas efektivitas komunikasi pemasaran kepada sumber.
Lima unsur dalam konteks dampak komunikasi pemasaran dan kemungkinan munculnya hambatanyang bisa menghalangi komunikasi efektif dari pengiklanpada konsumen sasaran
• Tahap pertama, sumber (pemasar) menentukan tujuan komunikasi. Manajemen Eveready mencari cara yang lebih efektif dalam mengkomunikasikan benefit utama, yaitu “Eveready daya tahan dan sumber tenaga yang stabil”.
• Tahap kedua, pengiklan menyandikan pesan tersebut agar dapat meng-komunikasikan benefitproduk dengan efektif. Penata kreatif iklan Eveready memutus- untuk membuat iklan seperti yangdilakukan pesaingnya duracel dalam bentuk paroddi (humor) yaitu mainan yang digerakkan batereiEveready unggul di lomba ketahanan.
• Tahap ketiga, pengiriman pesan pada segmen sasaran memerlukan rencana media yang efektif.Media plan yang efektif diharapkan mampu menyeimbangkan antara upaya menjangkau sebanyakmungkin orang (reach) atau upaya menjangkau mereka sesering mungkin (frekuensi).
Dalam kampanye Energizer Bunny, media plan mencoba seimbang dalam reach dan frekuensi.
•Tahap keempat baru melibatkan konsumen exposure terhadap pesan, dimana pada tahap ini audiens mencoba mengartikan (persepsi dan interpretasi) dan memilih tindakan yang mestidilakukan. Saat kampanye Energizer Bunny pertama dilansir, penonton langsung menyukainya, bahkan menjelma menjadi semacam ikon budaya. Namun, banyak konsumen justru teringat Duracell ketimbang Eveready. Mengapa? Karena tema Bunny "Still Going" merupakan plesetantema daya tahan kampanye Duracell sebelumnya. Konsumen tidak melakukan proses decodingdengan benar.
• Tahap kelima umpan balik, mengecek pemahaman pesan oleh konsumen apakah persis seperti yang diinginkan komunikator dan apakah konsumen menindaklanjuti persepsi pesan tadi. Tahun 1991, Eveready mengklaim brand awareness meningkat 33 persen dan recall terhadap iklan naik menjadi 50 persen, sejak 1991, Eveready mampu mempertahankan posisi pasarnya khususnya terhadap Duracell.
Hambatan Komunikasi
Hambatan pada Sumber
Hambatan komunikasi pada sumber umumnya berupa perumusan tujuan yang kurang jelas. Hal ini kerap terjadi karena kurangnya fokus pada benefit produk. Kegagalan pada tahap ini bisa berdampak pada perumusan pesan iklan yang tak jelas kaitannya dengan kebutuhan
konsumen.
Hambatan dalam Proses Encoding
Sumber kegagalan komunikasi pemasaran bisa juga ada pada proses encoding. Misalnya, copy writer dan perancang iklan lebih terobsesi membuat iklan kreatif yang original ketimbang fokus pada penyampaian benefit produk. Alhasil, iklan tersebut mungkin sukses menarik perhatian namun gagal mengkomunikasikan benefit produk pada konsumen.
Iklan yang menyesatkan (deceptive advertising) juga bisa kita golongkan sebagai hambatan dalam proses encoding karena sejak awal berusaha menyesatkan konsumen dari kondisi sebenamya benefit produk.
Contohnya:
iklan obat atau jamu yang klaimnya sengaja dilebih-Iebihkan, sehingga membuat konsumen bingung memilah mana iklan yang benar dan mana yang tidak akurat.
Hambatan dalam Transmisi Pesan
Dalam tahap pengiriman pesan, hambatan yang umumnya ditemui komunikator adalah competitive clutter, kekusutan yang terjadi karena banyaknya iklan. Apa yang dapat dilakukan pemasar untukmengatasi kekusutan yang ditimbulkan competitive clutter? Cara yang gampang adalah frekuensi iklan digencarkan agar kesan tertancap lebih lama. Hal ini bisa dibenarkan kalau pesan betul-betul berkaitan dengan kebutuhan konsumen (artinya, pesan tak punya masalah hambatan sumber ataupun hambatan encoding).
Hambatan dalam Proses Decoding
Buruknya konsep produk dan kegagalan dalam mengembangkan pesan iklan yang relevan dengan kebutuhan konsumen bisa menimbulkan hambatan pada proses decoding. Konsumenumumnya mengabaikan pesan yang tidak menarik minat mereka. Konsumen juga akan menolak pesan apabila sumber pesan dianggap tidak kredibel.
Hambatan pada decoding juga mungkin terjadi karena kurangnya perhatian pada pesan.Competitive clutter selain merupakan hambatan dalam transmisi, juga mengganggu prosesdecoding karena bisa men-dorong pemirsa makin cuek. Iklan yang ditayangkan terus-menerus juga merupakan penyebab pengabaian (inattention). Advertising wearout bisa terjadi; yaituturunnya efektivitas iklan lantaran kebosanan pemirsa dan konsumen sudah merasa familiar dengan kampanye iklan tersebut.
Dampak Komunikasi
Konsumen kadang mencoba menghindar dari exposure pesan, namun jika tetap terekspos, mereka akan menentukan apakah menerima atau menolaknya.
Pesan bisa diterima (message acceptance) bila pesan sukses mengkomunikasikan benefit produk yang dianggap penting oleh segmen sasaran.
Sebaliknya, pesan akan ditolak (message rejection) lantaran dianggap kurang kredibel. Bisa juga karena faktor-faktor diluar isi pesan dan lebih merupakan cerminan sikap, pengalaman dan keyakinan konsumen.
Faktor lain yang turut berpengaruh pada efektivitas komunikasi:
• Semakin besar pengaruh sumber komunikasi pada penerima, makin besar pula dampak dan perubahan si penerima sesuai yang dikehendaki sumber pesan.
• Komunikasi berdampak lebih kuat bila pesannya cocok dengan opini, keyakinan, dan disposisi si penerima.
• Komunikasi cenderurig lebih efektif kalau sumber dianggap pulnya keahlian, status tinggi,obyektivitas, atau lebih disenangi, terlebih lagi kalau si sumber punya kekuasaan dan si penerima bisa mengidentifikasikan diri kepadanya.
• Konteks sosial, grup, atau grup acuan akan menjadi perantara komunikasi dan mempengaruhiapakah komunikasi tersebut diterima atau tidak.

n>e�2i.xo�pan style="font-family: 'Arial Narrow'; color: black;"> Penata kreatif iklan Eveready memutus- untuk membuat iklan seperti yangdilakukan pesaingnya duracel dalam bentuk paroddi (humor) yaitu mainan yang digerakkan batereiEveready unggul di lomba ketahanan.
• Tahap ketiga, pengiriman pesan pada segmen sasaran memerlukan rencana media yang efektif.Media plan yang efektif diharapkan mampu menyeimbangkan antara upaya menjangkau sebanyakmungkin orang (reach) atau upaya menjangkau mereka sesering mungkin (frekuensi).
Dalam kampanye Energizer Bunny, media plan mencoba seimbang dalam reach dan frekuensi.
•Tahap keempat baru melibatkan konsumen exposure terhadap pesan, dimana pada tahap ini audiens mencoba mengartikan (persepsi dan interpretasi) dan memilih tindakan yang mestidilakukan. Saat kampanye Energizer Bunny pertama dilansir, penonton langsung menyukainya, bahkan menjelma menjadi semacam ikon budaya. Namun, banyak konsumen justru teringat Duracell ketimbang Eveready. Mengapa? Karena tema Bunny "Still Going" merupakan plesetantema daya tahan kampanye Duracell sebelumnya. Konsumen tidak melakukan proses decodingdengan benar.
• Tahap kelima umpan balik, mengecek pemahaman pesan oleh konsumen apakah persis seperti yang diinginkan komunikator dan apakah konsumen menindaklanjuti persepsi pesan tadi. Tahun 1991, Eveready mengklaim brand awareness meningkat 33 persen dan recall terhadap iklan naik menjadi 50 persen, sejak 1991, Eveready mampu mempertahankan posisi pasarnya khususnya terhadap Duracell.
Hambatan Komunikasi
Hambatan pada Sumber
Hambatan komunikasi pada sumber umumnya berupa perumusan tujuan yang kurang jelas. Hal ini kerap terjadi karena kurangnya fokus pada benefit produk. Kegagalan pada tahap ini bisa berdampak pada perumusan pesan iklan yang tak jelas kaitannya dengan kebutuhan konsumen.
Hambatan dalam Proses Encoding
Sumber kegagalan komunikasi pemasaran bisa juga ada pada proses encoding. Misalnya, copy writer dan perancang iklan lebih terobsesi membuat iklan kreatif yang original ketimbang fokus pada penyampaian benefit produk. Alhasil, iklan tersebut mungkin sukses menarik perhatian namun gagal mengkomunikasikan benefit produk pada konsumen.
Iklan yang menyesatkan (deceptive advertising) juga bisa kita golongkan sebagai hambatan dalam proses encoding karena sejak awal berusaha menyesatkan konsumen dari kondisi sebenamya benefit produk.
Contohnya:
iklan obat atau jamu yang klaimnya sengaja dilebih-Iebihkan, sehingga membuat konsumen bingung memilah mana iklan yang benar dan mana yang tidak akurat.
Hambatan dalam Transmisi Pesan
Dalam tahap pengiriman pesan, hambatan yang umumnya ditemui komunikator adalah competitive clutter, kekusutan yang terjadi karena banyaknya iklan. Apa yang dapat dilakukan pemasar untukmengatasi kekusutan yang ditimbulkan competitive clutter? Cara yang gampang adalah frekuensi iklan digencarkan agar kesan tertancap lebih lama. Hal ini bisa dibenarkan kalau pesan betul-betul berkaitan dengan kebutuhan konsumen (artinya, pesan tak punya masalah hambatan sumber ataupun hambatan encoding).
Hambatan dalam Proses Decoding
Buruknya konsep produk dan kegagalan dalam mengembangkan pesan iklan yang relevan dengan kebutuhan konsumen bisa menimbulkan hambatan pada proses decoding. Konsumenumumnya mengabaikan pesan yang tidak menarik minat mereka. Konsumen juga akan menolak pesan apabila sumber pesan dianggap tidak kredibel.
Hambatan pada decoding juga mungkin terjadi karena kurangnya perhatian pada pesan.Competitive clutter selain merupakan hambatan dalam transmisi, juga mengganggu prosesdecoding karena bisa men-dorong pemirsa makin cuek. Iklan yang ditayangkan terus-menerus juga merupakan penyebab pengabaian (inattention). Advertising wearout bisa terjadi; yaituturunnya efektivitas iklan lantaran kebosanan pemirsa dan konsumen sudah merasa familiar dengan kampanye iklan tersebut.
Dampak Komunikasi
Konsumen kadang mencoba menghindar dari exposure pesan, namun jika tetap terekspos, mereka akan menentukan apakah menerima atau menolaknya.
Pesan bisa diterima (message acceptance) bila pesan sukses mengkomunikasikan benefit produk yang dianggap penting oleh segmen sasaran.
Sebaliknya, pesan akan ditolak (message rejection) lantaran dianggap kurang kredibel. Bisa juga karena faktor-faktor diluar isi pesan dan lebih merupakan cerminan sikap, pengalaman dan keyakinan konsumen.
Faktor lain yang turut berpengaruh pada efektivitas komunikasi:
• Semakin besar pengaruh sumber komunikasi pada penerima, makin besar pula dampak dan perubahan si penerima sesuai yang dikehendaki sumber pesan.
• Komunikasi berdampak lebih kuat bila pesannya cocok dengan opini, keyakinan, dan disposisi si penerima.
• Komunikasi cenderurig lebih efektif kalau sumber dianggap pulnya keahlian, status tinggi,obyektivitas, atau lebih disenangi, terlebih lagi kalau si sumber punya kekuasaan dan si penerima bisa mengidentifikasikan diri kepadanya.
• Konteks sosial, grup, atau grup acuan akan menjadi perantara komunikasi dan mempengaruhiapakah komunikasi tersebut diterima atau tidak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Realitas Iklan


Kontruksi Realitas dan Makna.
Iklan telah menjadi bagian dari masyarakat industri kapitalis yang begitu powerful dan sulit dielakan. Ia menyediakan gambaran tentang realitas dan sekaligus mendefinisikan keinginan dankemauan individu.Apa yang dimaksudkan dengan realitas. Alfred Schutz menjelaskan bahwasetiap manusia didalam pikirannya membawa stock of knowledge,
•Apa yang dimaksudkan dengan realitas. Alfred Schutz menjelaskan bahwa setiap manusia didalam pikirannya membawa stock of knowledge, Stock knowledge yang mereka dapatkanmelalui proses sosialisasi menyediakan frame of reference atau orientasi yang mereka gunakandalam menginterpretasikan obyek-obyek dan peristiwa-peristiwa yang mereka lakukan sehari-hari
•Bagi Schutz, Stock of knowledge dari orang-orang itulsh realitas mereka. Realitas itu dialamisebagai dunia obyektif yang ada “di luar sana” bebas dari keinginan manusia dan mereka hadapi sebagai sebuah fakta.
Dengan pola yang sama, Peter L. Berger dan Thomas Luckmaan juga menganalisis prosesdimana orang menciptakan realitas kehidupan sehari-hari. Mereka menganggap proses tersebutsebagai konstruksi realitas simbolik. Dunia social adalah produk manusia, ia adalah konstruksi manusia dan bukan sesuatu yang given. Dunia social dibangun melalui tifikasi-tifikasi yang memiliki referensi utama pada obyek dan peristiwa yang dialami secara rutin oleh individu dan dialami bersama dengan orang lain dalam sebuah pola yang taken for granted. Dan generasi yang lebih muda akan mempelajari realitas ini melalui proses sosialisasi.
Erving Goffman, lebih jauh menjelaskan bahwa dunia social itu pada dasarnya adalah ambigu, dimana obyek, aktor, kondisi dan peristiwa tidak memiliki makna yang inheren. Makna diciptakanmelalui tindakan manusia yang mengorganisasi, mengkarakterisasi dan mengindentifikasipengalaman dengan menggunakan definisi yang bersama. Makna tersebut dibatasi dan sifatnya relatif terhadap konteks social dimana makna itu diciptakan.
Dari kajian kontruksi realitas tersebut diatas dapat ditarik benang merah bahwa aktivitas-aktivitasmanusia yang bertujuan itu, berada dalam struktur-struktur makna. Obyek dan peristiwa yang terjadidalam dunia sehari-hari tidak memiliki makna yang universal dan inheren, yang ada adalah makna yang diciptakan dan dibentuk secara social. Makna-makna bentukan tersebut merefleksikanstruktur konteks social histories dimana makna tersebut diciptakan. Kaitkan dengan iklan, iklan itu bukanlah sebuah cermin realitas yang jujur. Iklan adalah cermin yang cenderung mendistorsi,membuat menjadi cemerlang, melebih- lebihkan, dan melakukan seleksi atas tanda-tanda atau citra. Tanda-tanda atau citra itu tidak merefleksikan realitas tetapi mengatakan sesuatu tentang realitas. Sesuai dengan pendapatMarchand, “…iklan itu adalah sebuah cermin masyarakat , A mirror on the wall, yang lebih menampilkan tipuan-tipuan yang halus daripada menampilkan refleksi-refleksi realitas social”.Menurut Schudson, iklan tidak merepresentasikan realitas tetapi tidak pula membangun dunia yang betul-betuk fiktif . iklan berada pada ruang realitasnya sendiri, yang disebut sebagai capitalist realism. Scudson menjelaskan capitalist realism dengan caramembandingkan dengan socialist realism, yaitu sebuah seni yang merepresentasikan realitaskonret yang secara historis benar dalam perkembangan revolusionernya
Seni socialist realist harus setia pada kehidupan tapi dengan cara-cara yang sudah ditentukan yaitu;
1. Seni seharusnya menggambarkan realitas dengan cara yang sederhana
2. Seni seharusnya menggambarkan kehidupan meskipun tidak betul-betul mirip. Tapi berusahauntuk menyamai atau melebihi nilai kehidupan.
3. Seni seharusnya menggambarkan realitas hanya dengan cara membuka signifikansi social yang lebih besar.
4. Seni seharusnya membawa optimisme dan mengambarkan realitas sebagai kemajuan masadepan.
5. Seni seharusnya memfokuskan pada kehidupan kontemporer, menciptakan citra-citra yang menyenangkan tentang fenomena social baru, kisah-kisah masyarakat yang baru dan membantu
masyarakat memahaminya.
Dari hal ini dapat di lihat bahwa adanya sesuatu yang paralel antara apa yang dilakukan oleh socialist realism dan apa yang dilakukan oleh periklanan dalam masyarakat kapitalis
REPRESENTASI
Untuk menggambarkan ekspresi hubungan antara iklan dengan realitas, konsep representasisering digunakan. Secara semantic representasi diartikan to depict, to be a picture of atau to act or speak for (in the place of, in the name of ) somebody. To represent bisa didefinisikan sebagai tostand for. Ia menjadi sebuah tanda (a sign) untuk sesuatu atau seseorang sebuah tanda yang tidak sama dengan realitas yang direpresentasikan tapidihubungkan dengan dan mendasarkan diri pada realitas tersebut.
Dalam proses representasi ada tiga elemen yang terlibat
(1) sesuatu yang dipresentasikan disebut sebagai obyek,
(2) representasi itu sendiri yang disebut sebagai tanda,
(3) seperangkat aturan yang menentukan hubungan tanda
dengan pokok persoalan yang disebut dengan coding.
Pada konsep representasi, citra atau tanda-tanda dikonseptualisasikan sebagai representasirealitas yang dinilai kejujuran, reliabilitasnya dan juga ketepatannya. Konsep representasi itu sendiri bisa dibagi dua yaitu true representation dan dissimulation atau false representation. Dissimulation ini menggunakan citra-citra dan ideology-idiologi yang tersembunyi sehingga sehingga menimbulkan distorsi-distorsi. Namun dalam dessimulation , the real yang tersembunyi masih bisa dikembalikan lagi
Representasi realitas didalam iklan sendiri sering dianggap sebagai representasi yang cenderung mendistorsi. Di satu sisi iklan merujuk pada realitas social dan dipengaruhi oleh realitassocial sedangkan disisi lain, iklan juga memperkuat persepsi tentang realitas dan mempengaruhi cara menghadapi realitas. Representasi realitas oleh iklan tidak mengemukakan realitas dengan apa adanya, tapi dengan perspektif baru.
SIMULASI DAN SIMULAKRUM
Pendapat yang lain yang menjelaskan hubungan antara representasi media (Iklan) dengan realitas berasal dari Jean Baudrillard. Menurut Baudrillard apa yang ditampilkan iklan bukanlah sebuahrepresentasi tapi sebuah simulai yaitu penciptaan model-model realitas yang tidak memiliki asal usulatau referensi (realitas hiper). Realitas dalam iklan lebih bersifat simulasional.
Simulasi ini menggambarkan sebuah visi tentang dunia yang ditransformasikan melalui imajinasi-imajinasi. Hal ini membawa fantasi, citra dan makna-makna simbolik seperti yang ditampilkandalam iklan tidak merujuk pada realitas social yang ada dalam masyarakat. Tapi fantasi, citra itu justri menjadi determinan dari realitas social, menjadi model-model yang menyusun realitas social dan menghapus perbedaan antara the model dan the real.
Baudrillard memandang iklan itu hanya sebuah presentasi tanda-tanda tanpa referensi, bahwa tanda-tanda itu hanyalah simulasi-simulasi dan nothing more. Ia tidak setuju dengan
pendapat ada realitas dibalik tanda-tanda. (Falserepresentation) .
Dengan demikian tanda tidak lagi memiliki hubungan dengan realitas apapun tanda tidak lagi mempresentasikan apapun. Tanda-tanda dalam iklan tresebut sifatnya self referential artinya tanda-tanda tersebut hanya menjalani pemenuhan maknanya sendiri. Mereka tidak terkait dengan masalah social budaya yang lebih luas. Tanda-tanda itu bersifat otonom dan tidak membutuhkan kaitan dengan referensial atau kontekstual dengan apapun diluar dirinya. (simulakrum murni).
Dengan demikian konsep simulasi dari Baudrillard ini berseberangan konsep Representasi maupun dessimunlation . Simulasi membalik hubungan antara representasi dan yangdipresentasikan (realitas). Jika dalam konsep representasi realitas atau referensi tetap bisa ditemukan dibalik citra atau tanda.
Lain halnya dengan simulasi, yang menggantikan the real world dengan pseudo-world melalui proliferasi alam citra atau tanda dan model-model yang muncul menjadi the real dan di yakini sebagi the real. Dengan demikian terjadi jalinan antra citra atau tanda atau model dengan the real yang tidak mungkin lagi untuk dibedakan satu sama lainnya.
Menurut Boorstin, iklan merupakan gabungan antara pseudo event dan pseudo ideal. Pseudo event adalah peristiwa yang dimunculkan seolah-olah natural atau spontan padahal sebetulnyadiatur dan direncanakan atau diskenarionkan sedemikian rupa oleh kepentingan tertentu untuk membuat impresi pada opini publik. Sedangkan pseudo ideal
merupakan representasi suatu nilai yang didalamnya terdapat model perilaku dalam bentuk impresionistikIklan mengabungkan peristiwa-peristiwa yang dikonstruksi atau dicitrakan dengan nilai-nilai ideal dari sebuah model perilaku untuk mendukung munculnyarealitas yang diinginkan. Akibatnya masyarakat menjadi kehilangan kontak dengan realitasnya dan juga nilai-nilai ideal yang selama ini dipegang dan diyakini. Nilai-nilai ideal itu kini digantikan olehcitra-citra yang superficial.
ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN
Iklan merupakan representasi dari suatu realita dengan menggunakan tanda-tanda yang mengandung makna yang ditunjukan lewat visual iklan baik teks maupun gambar. Salah satu cara untuk memahami kontruksi makna maupun konstruksi realitas di dalam sebuah teks salah satu cara yang bisa diterapkan adalah semiotic.
Semiotika di kembangkan oleh Ferdinand de Saussure dari Perancis dan Charles Sanders Peirce dari Amerika serikat. Saussure menekankan perhatian pada dasar-dasar linguistic umum.ia memandang bahasa dari sebuah sistem tanda dan lebih menekankan pada struktur yangmenyusun tanda. Sedangkan Peirce lebih menekankan pada konsepsi-konsepsi yang ada diluar tanda
Semiotik secara sederhana di definisikan sebagai teori tentang tanda atau sistem tanda. Tanda atau sign adalah sesuatu yang memiliki makna, yang mengkomunikasikan pesan-pesan kepada seseorang. Sebuah tanda (sign) dalam sistem makna dipisahkan kedalam dua komponen yaitusignifier (penanda) dan signified (petanda). Signifier adalah materi yang membawa makna sebagai dimensi konkret tanda sedangkan signified adalah maknanya, merupakan sisi abstrak tanda, makna yang dilekatkan pada tanda.
Menurut Peirce, sebuah tanda itu mengacu pada suatu acuan dan representasi adalah fungsi utamanya. Hal ini sesuai dengan definisi dari tanda itu sendiri yaitu sebagai sesuatu yang memiliki bentuk fisik dan harus merujuk pada sesuatu yang lain dari tanda tersebut.
Dalam pengertian semiotic yang termasuk tanda adalah ;kata-kata, citra, suara, bahasa tubuh atau gesture dan juga obyek
Menurut Peirce hubungan tanda dengan acuannya memiliki tiga bentuk yaitu;
1. Icon hubungan berdasarkan atas kemiripan
2. Index.hubungan berdasarkan hubungan sebab akibat
3. Symbol hubungan berdasarkan atas kesewenangan
Menurut Rolland Barthes sign memiliki makna denotative dan memiliki makna tambahan yaitu konotatif. Makna denotasi digunakan untuk mendeskripsikan makna definisional, literal, gamblang atau common sense dari sebuah tanda. Sedang konotasi mengacu pada asosiasi-
asosiasi social budaya dan personal
Pemaknaan atas tanda tidak bisa dilepaskan dari referensi social budaya dimana tanda itu berada. Artinya makna konotatif dari sebuah tanda sifatnya sangat konstektual. Makna sebuah tanda tergantung pada kode dimana tanda tersebut berada. Kode-kode tersebut memberikan sebuah kerangka dimana didalamnya tanda-tanda menjadi masuk akal dan bisa dipahami
Iklan sebagai sebuak teks adalah sistem tanda yang terorganisir menurut kode-kode yang merefleksikan nilai-nilai tertentu. Setiap pesan dalam iklan memiliki dua tingkatan makna yaitu makna yang dinyatakan secara eksplisit dipermukaan dan makna yang dikemukakan secara implisit dibalik permukaan tampilan iklan.
Oleh karena itu analisis semiotic sangat tepat untuk menganalisa suatu iklan, seperti dinyatakan oleh William Leiss “ sebagai pendekatan semiotic bahwa makna iklan tidaklah mengambang pada permukaan dan menunggu untuk diinternalisasi oleh siapa saja yang melihatnya.
Tapi makna itu dibangun secara luar biasa, dimana tanda-tanda yang berbeda diorganisir dansaing berhubungan satu sama lain, baik dengan tanda-tanda didalam iklan itu sendiri maupunreferensi-referensi eksternal pada belief system yang lebih luas’.
Bagaimana cara kerja analisa suatu teks iklan, iklan diinterpretasikan dengan cara mengindentifikasi tanda-tanda yang terdapat dalam masing-masing teks. Untuk mengetahui makna-makna yang dikontruksikan didalam iklan tersebut baik makna denotative atau konotatif. Untuk itu pada iklan harus dipisahkan dulu tanda-tanda verbal dan tanda-tanda visualnya
Kemudian tanda diuraikan berdasarkan strukturnya yaitu penanda dan petanda agar bisa terbaca makna denotative atau konotatifnya. Setelah itu akan dilihat bagaimana keterkaitan antara tanda yang satu dengan tanda yang lainnya dalam teks iklan tersebut. Makna-makna apa yang dimunculkan dari hubungan antara tanda-tanda tersebut atau apa makna tanda secara keseluruhan dari masing-masing teks iklan.
Dari hal ini akan memungkinkan terbacanya nilai-nilai atau belief system yang digunakan sebagaireferensi untuk mengkontruksi makna sebuah iklan. Dengan demikian akan diketahui tanda tanda yang memiliki referensi realitas dan tanda-tanda yang sama sekali tidak memiliki referensi realitas. Pada akhirnya akan terlihat pula sifat hubungan antara tanda-tanda dalam iklan tersebut dengan referensi atau realitas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CARA MENYUSUNAN ANGGARAN PERIKLANAN



Teori anggaran periklanan
Anggaran periklanan adalah proses yang sederhana, yang memungkinkan seseorang menerima alasan bahwa tingkat terbaik (optimal) dari berbagai investasi adalah tingkat yang dapat memaksimalkan laba. Asumsi ini mempengaruhi aturan untuk menetapkan anggaran periklanan;melanjutkan investasi dalam periklanan sepanjang pendapatan marginal dari investasi-investasi tersebut melampaui biaya-biaya marginal. Laba dimaksimalkan pada suatu keseimbangan dimanapendapatan marginal seimbang dengan biaya marginal
Para pembuat keputusan periklanan harus mempertimbangkan beberapa faktor yang berbeda saatmenyusun anggaran periklanan antara lain:
1. Tujuan periklanan,
2. Aktivitas iklan pesaing,
3. Jumlah dana yang tersedia untuk beriklan.
1. Tujuan Periklanan
Pertimbangan utama yang mendasari penentuan anggaran iklan adalah tujuan yang hendak dicapai oleh iklan tersebut, jadi besarnya anggaran harus mengikuti tujuan spesifik yang ditetapkan untuk periklanan
2. Berapa besar pengeluaran pesaing
Dalam pasar yang sangat bersaing lebih banyak lagi dana yang perlu diinvestasikan dalam periklanan dengan maksud meningkatkan atau sekurangnya memelihara posisi pasar. Belanja iklan tiap perusahaan dapat dianggap sebagai suatu prosentase dari keuntungan total yang disebut pangsa suara (share of voice/SOV). SOV dan pangsa pasar (share of market/SOM)berhubungan: di mana merek-merek yang memiliki SOV lebih besar umumnya juga memiliki SOM yang lebih besar. Hubungan antara SOM dan SOV dua arah : dimana SOV merek secara parsial mempengaruhi peringkat SOMnya. Pada saat yang sama, merek dengan SOM yang lebih besar bisa berupaya mencapai SOV yang lebih tinggi, sementara pangsa merek yang lebih kecil kerap terbatas pada SOV kecil, dibandingkan dengan para pesaingnya yang lebih baik
EFEK SOV DAN BELANJA IKLAN
Tinggi
A. B.
Menemukan Ceruk Pasar Meningkatkan Iklan untuk
(niche) yang defensif dan mempertahankan Posisi
mengurangi Iklan
C. D.
Menyerang dengan Premium Memelihara Premium Iklan
SOV yang besar yang biasa /Menengah
Pada Kolom A.
Pada situasi ini SOM anda relatif rendah dan SOV pesaing anda relatif tinggi. Rekomendasinya adalah menurunkan pengeluaran iklan dan menemukan suatu ceruk pasar yang bisa dipertahankan untuk melawan para pesaing lainnya.
Pada Kolom B
SOM anda dalam situasi ini relatif tinggi dan pesaing anda memiliki SOV yang tinggi. Rekomendasi harus meningkatkan pengeluaran iklannya untuk mempertahankan posisi pangsapasar saat ini. Kegagalan untuk melakukan hal itu akan mengakibatkan kerugian pangsa karena pesaing agresif.
Pada Kolom C
SOM anda rendah dan SOV pesaing juga. Rekomendasi umum pada situasi seperti ini menyerang pesaing yg SOV
nya rendah dengan premium SOV besar berhadapan dengan pesaing tersebut
Kolom D
Pada situasi ini anda memiliki posisi yang menarik dimana anda memiliki pangsa pasar yang tinggidan memiliki SOV yang relatif rendah. Karena itu akan memungkinkan bagi anda untuk mempertahankan pangsa yang besar dengan hanya memelihara pengeluaran iklan premium yang biasa dibanding pesaing anda.
3. Berapa banyak uang yang tersedia
Penyusunan anggaran periklanan ditentukan oleh persepsi para pembuat keputusan tentang seberapa banyak mereka bisa menyetujui pengeluaran iklan. Sedangkan Darmadi Durianto, dkk menyatakan secara umum terdapat lima faktor yang perlu dipertimbangkan pada penetapan anggaran periklanan, yaitu :
1. Tahapan siklus hidup produk
2. Pangsa pasar dan basis konsumen
3. Persaingan dan gangguan
4. Frekuensi periklanan
5. Kemungkinan substitusi produk
Metode Penganggaran
1. Anggaran Persentase-Penjualan
Suatu perusahaan menyusun anggaran periklanan merek secara sederhana sebagai persentase tetap dari volume penjualan masa lalu atau antisipasi masa depan.
Co: suatu perusahaan mengalokasikan 3% dari hasil penjualan yang ditargetkan pada periklanan dan proyeksi penjualan perusahaan tahun depan untuk merek tertentu menjadi US$ 100 juta. Dengan demikian anggaran iklannya akan menjadi sekitar US$ 3 juta.
2. Metode Tujuan dan Tugas
Secara umum metode ini merupakan metode anggaran periklanan yang paling masuk akal dan bisa dipertahankan. Metode ini para pembuat keputusan periklanan harus secara jelas menspesifikasikan peran yang mereka ingin untuk dimainkan oleh suatu periklanan bagi suatu merek kemudian menyusun anggaran yang sesuai. Peran tersebut secara tipikal diidentifikasikan dalam tujuan komunikasi (co. meningkatkan kesadaran akan merek sebesar 20%) tetapidinyatakan dalam volume penjualan atau ekspetasi pasar (co. peningkatan pangsa pasar dari 15 menjadi 20%).
Langkah-langkah aplikasi metode ini adalah:
1. Menetapkan tujuan pemasaran yang spesifik yang perlu dicapai, seperti volume penjualan, pangsa pasar dan kontribusi laba.
2. Mengukur/menilai fungsi komunikasi yang harus ditampilkan agar mencapai seluruh tujuan pemasaran.
3. Menentukan peran periklanan dalam bauran komunikasi total didalam menjalankan fungsi yang ditetapkan dalam langkah
4. Menyusun tujuan iklan yang spesifik dalam bentuk tingkat respon komunikasi yang bisa diukur yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan pemasaran
5. Menetapkan anggaran berdasarkan estimasi pengeluaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan periklanan.

3. Metode Penyamaan dengan Pesaing
Menyusun anggaran iklan dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh para pesaing. Suatu perusahaan bisa belajar bahwa kompetitor utamanya mengalokasikan 10% dari penjualannya terhadap periklanan, kemudian memutuskan tahun depan untuk membelanjakan persentase yang sama untuk mengiklankan mereknya sendiri atau bahkan melampau anggaran pesaingnya tersebut.
4. Metode sesuai Kemampuan
Dana untuk iklan diperoleh dari dana yang tersisa setelah anggaran untuk hal-hal lainnyadikeluarkan. Hanya perusahaan yang paling ceroboh dan tidak pintar yang akan menganggarkan periklanannya dengan cara ini



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bisnis Analyst & Knowledge Management


Mungkin tulisan ini masih agak asing bagi sebagian orang, begitu pun yang dialami oleh saya sendiri ketika saya mendapatkan posisi sebagai BISNIS ANALYST yang notabene bukan background saya sebagai orang IT, well terlepas dari apapun background nya jika kita mempunyai kemauan yang keras itu bukan menjadi sebuah penghalang bagi kita untuk lebih memahami dan menjadi seorang yang ahli dalam bidang itu, baik mungkin saya akan mencoba berbagi tentang apa itu Bisnis Analyst dan Knowledge Management.Bisnis Analyst (sesuai dengan job description yang diberikan oleh manager saya) mempunyai beberapa Fungsi sebagai berikut :
1. Melaksanakan tugas-tugas operasional Business Analyst yang berkaitan dengan kebutuhan analisis data pasar dan perilaku konsumen.
2. Melaksanakan berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan sistem dokumentasi (database) dan penyebarluasan (distribusi) informasi pasar dan perilaku konsumen yang diperoleh melalui Secondary Research secara berkesinambungan.
3. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap data yang dikumpulkan dari secondary research baik melalui media Koran, majalah, jurnal, buku, internet ataupun sumber research lainnya.
4. Merumuskan strategi pengembangan Business Analyst yang bisa menunjang pengembangan Bagian Secondary Research Marketing Intelligence.
5. Melakukan penyebarluasan informasi perkembangan pasar dan trend perilaku konsumen Indonesia yang akan disosialisasikan untuk kepentingan internal melalui knowledge Management

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS